PEMBERANTASAN KORUPSI HARUS DIMULAI DARI DIRI KITA DAN LINGKUNGAN KITA


Korupsi berawal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun ke banyak bahasa Eropa seperti Inggris yaitu corruption, corrupt; Prancis yaitu corruption; dan Belanda yaitu corruptie, korruptie. Dari Bahasa Belanda inilah kata itu turun ke Bahasa Indonesia yaitu korupsi.
(Andi Hamzah, 2005, Pemberantasan Korupsi)
Arti kata Korupsi
Korup : busuk; palsu; suap (Kamus Bahasa Indonesia, 1991)
buruk; rusak; suka menerima uang sogok; menyelewengkan uang/barang milik perusahaan atau negara; menerima uang dengan menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi
(Kamus Hukum, 2002)
Korupsi : kebejatan; ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian
(The Lexicon Webster Dictionary, 1978)
penyuapan; pemalsuan (Kamus Bahasa Indonesia, 1991)
penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai tempat

seseorang bekerja untuk keuntungan pribadi atau orang lain (Kamus Hukum, 2002).
Sumber: buku KPK ‘Mengenali dan Memberantas Korupsi’

Berbicara tentang pemberantasan korupsi kita bisa belajar banyak dari kisah Sufi Bayazid seperti berikut :

“ Waktu aku masih muda,

aku ini revolusioner dan aku selalu berdoa :

Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia “

“ Ketika aku sudah separuh baya dan

sadar bahwa setengah hidupku sudah

lewat tanpa mengubah satu orangpun,

aku mengubah doaku menjadi : Tuhan,

berilah aku rahmat untuk mengubah

semua orang yang berhubungan denganku :

keluarga dan kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas”.

“ Sekarang aku sudah menjadi tua

dan saat kematianku sudah dekat, aku

mulai melihat betapa bodohnya aku.

Doaku satu-satunya sekarang adalah :

Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri.”

“ Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka

aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku “

Setiap orang berpikir mau mengubah umat manusia.

Hampir tak seorangpun berpikir bagaimana mengubah

Dirinya……

 

Miris rasanya…..hampir disemua media selalu membahas masalah korupsi yang sepertinya sudah menjadi perilaku biasa pada sendi-sendi kehidupan sehari-hari……segala cara dihalalkan, termasuk saling mengorbankan. Lembaga hukum yang diharapkan mampu menjadi lembaga yang berdiri tegak pada garda paling depan pemberantasan korupsi ………. ternyata hanya menjadi lembaga yang saling menjatuhkan………  

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan, sebagai program yang mengedepankan transparaansi dan akuntabilitas, sedikit banyak telah memberikan kontribusi dalam melakukan pencerahan kepada masyarakat perdesaan tentang bagaimana mengelola pembangunan. Program ini tujuan utamanya adalah penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dimaksud adalah pelibatan atau partisipasi masyarakat mulai tahapan perencanaan……pelaksanaan……pengawasan dan pelestarian. dengan prinsip DOUM……Dari….Oleh

dan Untuk Masyarakat.

ImageFasilitator dalam konteks seorang pendamping, memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang didamping terutama dalam merubah PSK (perilaku, sikap dan keterampilan) agar masyarakat lebih mandiri.  Ibarat  kisah “Wortel, Telur dan Biji Kopi” seorang fasilitator diharapkan menjadi seperti Biji Kopi…dan Masyarakat diibaratkan sebagai air….dimana air tidak mampu mengubah bubuk kopi, tetapi bubuk kopi yang mengubah air.

Kabupaten Konawe sebagai salah satu lokasi penerima bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan, selalu berkomitmen dalam rangka penegakan aturan dan pemberantasan korupsi. Hal ini didasari atas pengalaman buruk bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara pada Tahun 2010 di nyaris di black list oleh Bank Dunia, bahkan periode Januari – April 2011 semua jenis rekening di blokir dan tidak boleh melakukan pencairan dana karena dianggap pelaksanaan  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan penuh masalah. Masalah dimaksud berkaitan dengan banyaknya permasalahan indikasi korupsi dan lemahnya penegakan sanksi terhadap pelaku, baik Fasilitator, Pengurus UPK, TPK dan bahkan birokrasi, bahkan kurang lebih 71 orang Fasilitator dianggap bermasalah dengan rekomendasi teguran pembinaan maupun direkomendasi PHK oleh pihak Bank Dunia. Sebagai konsekuensi dari permasalahan tersebut, pihak Bank Dunia mensyaratkan bahwa apabila pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Sulawesi Tenggara ingin dilanjutkan, maka syarat utama adalah pelaksanaan Program harus memenuhi syarat “Zerro Corruption” artinya bahwa tidak ada lagi kasus korupsi terhadap pelaksanaan program pada tahun-tahun mendatang.

Pemberantasan korupsi dalam konteks program, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini disebabkan banyaknya pelaku yang terlibat dengan karakter masing-masing, sehingga dibutuhkan semangat bersama dalam rangka memerangi korupsi. Bahkan sebagai komitmen dan tanggung jawab dalam mendukung semangat “Zerro Corruption” Kami seluruh pelaku  PNPM-Mandiri Perdesaan di Kabupaten Konawe, sejak Tahun 2010 telah melakukan kampanye “Anti Korupsi” dengan memasang Baliho Anti Korupsi serta melakukan gerakan moral anti korupsi dengan deklarasi anti korupsi secara komprehensip dan menyeluruh mulai tingkat desa dan kecamatan. Dan kurang lebih hampir dua tahun berjalan, dampak dari gerakan moral ini telah menampakkan hasil, dimana indikatornya adalah penyimpangan dana yang dilakukan oleh pelaku, baik fasilitator, pengurus UPK, pengurus tingkat desa dan unsur birokrasi hampir tidak ada. Ternyata gerakan moral ini sedikit banyak mampu memberikan pencerahan dalam gerakan anti korupsi, walaupun awal-awalnya kami ragu…….yach walaupun dalam bentuk baliho….sekali dibaca mungkin hanya sekedar lewat…..duakali dibaca sudah menyentuh rasa…..tigakali dibaca sudah merasuk jiwa…..lama-lama timbul dalam diri tekad untuk tidak melakukan korupsi. Sebab…..seperti kata Sufi Bayazid : Kita tidak perlu menyuruh orang lain tidak berbuat korupsi……tetapi sudah cukup kita mulai dari merubah diri sendiri, keluarga dekat dan lingkungan kita untuk tidak berbuat korupsi…..dan semoga rekan-rekan pelaku PNPM-Mandiri Perdesaan memiliki semangat yang sama dalam penegakan anti korupsi, sebab “Siapa Lagi Kalau Bukan Kita…. Dan Kapan lagi Kalau Bukan Dari Sekarang”. Hidup PNPM…………………….. 

Dibawah ini adalah foto2 baliho Anti Korupsi  PNPM MPd dari beberapa kecamatan se Kab. Konawe.

Image

Baliho Anti Korupsi Kec. Anggaberi

 

 

Image

 

 

 

Baliho Anti Korupsi Kec. Bondoala

Image

Baliho Anti Korupsi Kec. Soropia

Image

 

Image

Baliho Anti Korupsi Kec. Timur

Image

Baliho Anti Korupsi Kec. Wawonii Utara

 

 

 

Perihal konawe admin
Black-Id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: